Business

Cara Budidaya Tanaman Kedelai Lengkap

Kedelai adalah tanaman jangka pendek dengan nilai ekonomi tinggi dan kesuburan tanah yang baik. Dalam sistem rotasi, pengaturan yang rasional akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas di kedua sistem tanaman dan mengurangi biaya aplikasi pupuk.



1. Pemilihan dan persiapan lahan

a. Pemilihan lahan

Kedelai adalah tanaman yang dapat ditanam di berbagai jenis tanah, tetapi untuk produktivitas tinggi, yang terbaik adalah memiliki tanah mekanis ringan atau sedang, kelembaban dan drainase yang baik: tanah ringan, tanah berpasir , sedimen sungai, paling cocok di tanah berpasir dan daging ringan. Lahan harus terletak di mana tanah aktif disiram, terutama pada musim dingin di provinsi utara.

b. Pegerjaan lahan.

- Teknik budidaya di lahan kering: tanah dibajak sampai gembur atau permukaan rata, dibelah menjadi barisan untuk ditabur. Tanah harus hati-hati dibajak, gulma bersih,rawat tanah sebelum disemai dengan bubuk kapur.

- Untuk lahan khusus untuk tanaman dangkal: lebar hingga 80 cm, tinggi 20-25 cm, 2 baris. Jarak antara dua baris adalah 40 cm. Drainase pintu air lebar 30 - 35 cm. Jika tanah dikeringkan dengan baik, harus ditata dalam lebar 1,2 m untuk menanam 3 baris, masing-masing berjarak 40 cm.

- Di tanah setelah Musim padi: Jangan mencangkul tanah, tanam benih ke tunggul di barisan padi (2 baris padi disemai barisan kedelai) atau lobangi tanah dengan tongkat runcing; buat drainase dengan lebar parit 2 - 3m.

- Untuk lahan miring: harus membuat parit aman dari erosi, lahan harus aman saat hujan deras (permukaan lahan tanam adalah 1,0 - lebar 1,2 m, tinggi 15 - 20 cm, 25 - 30 cm).

2. Musim

- Musim tanam secara umum di Indonesia antara 1 September hingga 5 Oktober, tetapi yang terbaik adalah menyemai sebelum 25 September. Jika menggunakan varietas jangka pendek, toleransi dingin dapat ditanam hingga 10/10 ( Masing-masing daerah bisa berbeda, tergantung iklim ).

Catatan: Penebangan padi dilakukan dengan menabur kedelai dengan segera untuk mengambil keuntungan dari kondisi suhu yang mendukung, kelembaban awal musim, kedelai lambat ditaburkan akan berakibat pertumbuhan tanaman yang lebih buruk dan produktivitas yang lebih rendah.

3. Kepadatan tanam

Menabur pada kepadatan 25 - 50 pohon / m 2 tergantung pada bentuk penaburan, benih dan penanaman.

Musim hujan di hari yang dingin harus ditaburkan.

Bibit dengan waktu tanam singkat (70 - 90 hari) ditebar: 35 - 50 pohon / m 2 ; trah Rata-rata waktu (90-100 hari) kepadatan tabur: 25-40 tanaman / m 2 ; Varietas lebih panjang (lebih dari 100 hari), menabur lebih sedikit: 20-35 pohon / m 2 .

Penanaman di tanah kering: volume benih 55 - 60 kg / ha, jarak tanam 35-40 cm (tergantung wilayah), penaburan 2 biji / ceruk, lubang ceruk 7 - 8 cm.



4. Cara menabur

Menabur: Terapkan ke lapangan. Volume benih 80 - 90 kg / ha, ketika menabur tanah harus cukup basah dan memiliki lubang drainase di lahan. Bagilah biji untuk setiap lahan atau gulma untuk ditaburkan secara merata, setelah benih disemai, periksa dengan saksama drainase ladang. Pilihlah sawah yang aman, taburkan dengan kepadatan per hektar sekitar 150 hingga 200 m 2. Waktu setelah tanam 5 - 7 hari.

Menanam di lahan : Bersihkan tunggul, lalu buat parit saluran air dengan cangkul, alurnya terpisah 1,5 m (lebar lahan/ galengan). Buatlah baris 3-5kaki dalam, lebar baris 30 - 35 cm dan tabur benih dalam baris, biji dipisahkan dari 3-5 cm.

Menanam di tempat tidur yang terbuat dari tanah : Lebar 1,2 m, lebar 30-40 cm, kedalaman 20-25 cm. Buat lobang tanam dengan dalam 2 - 3 cm, berjarak 30 cm. Taburkan biji 2 hingga 3 biji.

Menanam dengan jerami: Panen beras selesai, buat drainase. Dengan menggunakan tangan yang dimiringkan, pisahkan setiap biji terdiri dari dua biji antara tanah dan jerami, sama sekali tidak di tengah jerami, kedelai tidak akan mengisap air untuk bertunas. Dua baris tanaman padi buat lajur tanam kedelai. Kuantitas biji 60 kg / ha.

Catatan: Jangan menabur benih pada hari hujan lebat. Jemur benih sebelum disemai, keringkan dengan terpal, di bawah sinar matahari untuk merangsang perkecambahan biji.

5. Pupuk dan aplikasi pupuk

a. Jumlah pupuk

Pupuk untuk 1 hektar kedelai murni:

- Pupuk organik: 8-10 ton pupuk, dan dikomposkan dengan Trichoderma, telah mengurai residu organik. Dengan tidak adanya pupuk kandang, gunakan 1,5 - 2 ton pupuk organik.

- Bubuk kapur: 400 - 500 kg.

-  Kandungan: 10 - 20 kg N, 30 - 60 kg P 2 O 5 , 40 - 70 kg K 2 O tergantung pada varietas.

b. Cara menanam

Semua pupuk organik dikombinasikan dengan fosfat dan kemudian tabur secara menyeluruh sebelum pemupukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Bubuk kapur ditabur di lahan tanam.

- Campur semua pupuk kandang (atau mikroorganisme organik) + seluruh fosfat + 1/3 protein + 1/3 kalium sebelum ditabur atau tabur ke lubang, ke dalam baris. Sebelum menabur benih, perlu menutup tanah tipis untuk menyuburkan pupuk, untuk menghindari kontak dengan biji.

- Aplikasikankan 1: 1/3 protein + 1/3 potasium ketika tanaman memiliki 2-3 daun.

- Aplikasi kedua: Pupuk yang tersisa saat tanaman memiliki 5-6 daun, kombinasikan dengan gulma dan tanaman

Catatan: Tanah asam harus diaplikasikan pupuk fosfat.

6. Perawatan

Pemangkasan: Ketika tanaman memiliki 1 - 2 daun, periksa tanaman kerdil, hama, sisakan hanya 1 - 2 umpun yang sehat. Tanam pohon baru di pohon mati.

Catatan: Terapkan ke tanah setelah panen padi dengan metode penaburan. Tidak diterapkan pada pada tanah basah dengan penutup jerami. Pertama kali: Ketika tanaman memiliki 2-3 daun, tanam sedikit, rapikan pohon, gabungkan aplikasi pertama. Kedua kalinya: Ketika tanaman memiliki 5-6 daun.

Penyiraman: Prinsip umumnya adalah menjaga kelembaban air tetap antara 65-70% dari kadar air maksimum. Penyiraman dalam 2 hingga 4 tahap daun, sebelum berbunga, pembentukan buah dan buah matang (dapat diairi kapan saja sesuai kebutuhan untuk memastikan kelembaban yang dibutuhkan di atas).

- Penanggulangan hama dan penyakit: memperhatikan mengendalikan beberapa hama dan penyakit utama seperti: trikoma dan perkusi, penggerek buah, layu hijau, akar karat nekrotik, ... Gunakan obat khusus untuk mencegah Ikuti instruksi pada kemasan masing-masing obat. Perhatikan penggunaan yang tepat dari prinsip 4 (obat yang tepat, waktu yang tepat, konsentrasi yang tepat dan dosis yang benar).



7. Panen dan pengawetan

a. Panen

- Waktu panen: Ketika ada 80 - 85% buah matang di pohon (lebih dari 2/3 buah berubah menjadi kuning gelap). Dipanen pada hari-hari cerah untuk transportasi dan pengeringan yang nyaman. Jangan mengumpulkan kedelai pada saat hujan, biji mudah membusuk, kapang.

Pangkas, bentangkan pada permukaan batu bata atau beton, petik biji pisahkan dari batang. Lanjutkan pengeringan biji hingga kering, air level 10-12%.

- Klasifikasi: Banyak tanaman kering yang sudah matang, daun hijau dapat ditambahkan 2 - 3 hari berikutnya. Biji kering, disortir untuk pengawetan atau konsumsi.

b. Preservasi

Untuk penyimpanan jangka panjang, biji kering harus di tempatkan di atas kentang, tebu, talas, ... sampai biji mencapai kelembapan 10-12% (biji tidak menempel). Jangan paparkan langsung di lantai semen, lantai bata. Kumpulkan kedelai, dinginkan selama 4-6 jam untuk mendinginkan, membungkus, menyimpan di tempat yang kering dan secara aktif mencegah kumbang.




Beri Tanggapan

0 Comments